BALAIKOTA—Shelter Pedagang Kaki Lima (PKL) di Taman Sekartaji Solo siap dioperasikan dalam waktu dekat ini. Pembangunan shelter bagi sekitar 16 PKL yang menjual tanaman itu, saat ini sudah selesai dibangun oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH).
Kepala BLH Sri Adhyaksa, Rabu (12/1) mengatakan, awal tahun ini pembangunan shelter sudah rampung, dan pengelolaannya sudah diserahkan ke Dinas Pengelola Pasar (DPP). ”16 shelter sudah siap untuk digunakan, dan secara normatif program penataan taman kota bisa segara dilanjutkan,” katanya.
Menurut Adhyaksa, area Taman Sekartaji hanya diperuntukkan bagi para PKL penjual tanaman saja. ”Terkait hal ini BLH sudah menjalin kesepakatan dengan para PKL, setelah shelter ini selesai, para PKL sanggup untuk dipindah dan diakomodasi dengan konsep penataan yang lebih baik,” ujarnya.
Para PKL penjual tanaman juga telah berkomitmen untuk memelihara kawasan taman sepanjang 500 meter itu setelah mereka menempatinya. Dengan komitmen itu, kata Adhyaksa, selain kawasan bisa tertata, juga bermanfaat untuk menghemat biaya perawatan Taman Sekartaji.
Terpisah, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP), Subagyo mengatakan, sebenarnya sebelum ditata, ratusan PKL dan hunian liar menempati kawasan itu. Namun setelah dipilah melalui proses yang panjang, akhirnya diputuskan, yang berhak menempati kawasan Taman Sekartaji hanyalah PKL tanaman saja.
Sementara mengenai penataan lokasi berjualan di area tersebut, di antara PKL sudah ada kesepakatan tersendiri. Meski demikian, kapan kawasan itu bisa dibuka untuk umum, Subagyo belum bisa memastikannya.
0 comments:
Poskan Komentar