KEMLAYAN (JS)—Para PKL di sepanjang Jalan Gatot Subroto khawatir jika mereka harus pindah setelah puluhan tahun berjualan di tempat itu. Kekhawatiran ini muncul seiring dengan berjalannya proyek walking street.
Jarot (55) Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sudah berjualan sejak tahun 1990, ini takut jika proyek walking street rampung, dia dan para PKL lain diusir.
Ketakutan yang sama diungkapkan, Muklis (45), PKL lainnya. Proyek walking street, katanya sudah menjadi pembicaraan para PKL saban hari. Kartu tanda PKL yang dikeluarkan Dinas Pengelola Pasar (DPP), menurut mereka belum menjadi jaminan, mereka tidak akan digusur.
Mukhlis mengatakan, dia sering mendengar, nantinya trotoar sepanjang jalan Gatot Subroto yang akan dipasangi lapak dengan makanan khusus yang jauh lebih elite dari makanan hik. ”Pedagang makanan baru inilah yang kami takutkan akan menggusur kami, jika walking street jadi,” ujarnya.
Lurah Kemlayan, Joko Sarwoto meyakinkan jika para PKL, khususnya pedagang hik tidak akan digusur oleh Pemkot Solo. Para PKL itu, katanya, hanya akan diatur ulang lokasi berjualan mereka. ”Tetapi keputusan tetap berasal dari petinggi proyek ini, seperti Walikota, Kepala DPU dan DPP,” ujarnya.
- William Adiputra JT
0 comments:
Poskan Komentar