Pemandangan itu, lumrah ditemui saban hari di kompleks shelter PKL di Manahan, Solo. Aliran listrik dari PLN UPJ Manahan sudah tidak menyala, sejak Agustus 2010 lalu. PLN sengaja memutuskan aliran listrik untuk 160 PKL karena menunggak pembayaran tagihan rekening.
Gara-gara tanpa aliran listrik selama berbulan-bulan itulah, usaha para PKL mengalami gulung tikar. Tak sedikit shelter-shelter kosong, tak terurus, karena ditinggal pemiliknya.
Gino, salah satu PKL yang membuka usaha tahu kupat, mengatakan, sebelum aliran listrik diputus, sepanjang area belakang Stadion Manahan dipenuhi para pedagang. Namun sejak listrik diputus, kondisi jauh berbeda. ”Sekarang sudah banyak yang tutup, terutama yang biasa jualan es jus. Bagaimana biasa bikin jus kalau mau menyalakan blender saja tidak bisa,” katanya, kepada Joglosemar, Rabu (12/1).
Menurutnya, kebanyakan pedagang sudah membayar sewa shelter untuk jangka waktu dua tahun ke depan. Namun, faktanya, mereka hanya bisa menikmati dalam waktu dua bulan saja.
Gino membantah, jika selama ini para pedagang menunggak tagihan listrik. Ia mengaku selalu rutin membayar tagihan. Uang listrik biasa disetorkan kepada pengurus paguyuban. Jika ternyata uang itu tidak dipakai untuk membayar listrik, katanya, berarti ulah oknum pengurus.
”Kalau kemudian sekarang kami disuruh membayar tunggakan ya jelas nggak mau lah. Lha wong selama ini kita tertib bayar listrik, keenakan yang nilep dong,” ujarnya.
Sodikin yang sudah berjualan selama hampir 30 tahun juga mengungkapkan keluhan serupa. Sebagai masyarakat kecil ia merasa yang paling dirugikan dalam kasus ini. Paguyuban yang seharusnya mengayomi justru malah menjerumuskan. Apalagi menurutnya pemerintah juga sudah lepas tangan terhadap masalah ini.
”Pak Wali juga katanya sudah tidak mau mengurusi lagi. Katanya pedagang harus menanggung sendiri, biar belajar tanggung jawab. Ini jelas tidak adil karena tidak semua pedagang menunggak listrik,” katanya.
Manager PLN UPJ Manahan, Maryanto Joko Sutrisno, mengatakan belum bisa menyambung lagi aliran listrik bagi PKL Manahan. Pasalnya tunggakan sebesar Rp 10 juta belum juga dibayarkan.
Kamis, 13 Januari 2011
Listrik Tak Kunjung Menyala, PKL Gulung Tikar
(Banjarsari-HarianJoglosemar) Sudah hampir enam bulan ini, para PKL di shelter Manahan, sepi pengunjung. Kondisinya tak jauh seperti usaha mati suri. Listrik tidak menyala, hanya bangku-bangku kosong, tanpa pembeli.
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 comments:
Poskan Komentar