Senin, 24 Januari 2011

Depan Walking Street Dibangun, PKL Diakomodasi

BANJARSARI (JS)—Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berjanji akan tetap mengakomodasi para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan sepanjang Jalan Gatot Suborto. Sebelumnya sejumlah PKL mengaku resah dengan rencana pembangunan walking street karena takut akan direlokasi.
Kepala Dinas Pengelola (DPP) Pasar Kota Solo, Subagiyo, di sela-sela kegiatan Mider Praja akhir pekan lalu, mengatakan, meskipun ada pembangunan walking street Pemkot tetap akan memberdayakan UKM maupun PKL yang sudah lama berjualan di kawasan itu.
”Dengan adanya pembangunan ini bukan berati kami akan mengadakan PKL baru untuk mengisi walking street. Tapi kami justru akan memberdayakan PKL-PKL yang sudah ada termasuk UKM-UKM yang potensial,” ujarnya kepada wartawan.
Subagiyo mengatakan, selama ini PKL yang mangkal di Jalan Gatot Subroto adalah para pedagang hik dan warung kelontong. Selama mereka menunjang konsep walking street, maka akan tetap diizinkan berjualan. Namun, katanya, harus mengikuti konsep kawasan yang diterapkan Pemkot.
Rencananya konsep walking street akan diterapkan di Jalan Gatot Subroto sepanjang 600 meter. Dari luasan ini diperkirakan dapat menampung 1.200 UKM dan PKL. Nantinya mereka akan dibagi menjadi dua shift. Sekitar 200 sampai 300 pedagang berjualan di siang hari dan sisanya berjualan di malam hari.
”Kenapa yang di malam hari jauh lebih banyak karena rencananya kawasan walking street ini akan menutup seluruh jalan. Nah untuk memenuhi area ini kita butuh pedagang yang cukup banyak mulai dari kuliner, oleh-oleh, sampai barang-barang kerajinan,” kata Subagiyo.
Namun, sampai saat ini belum ada sosialisasi kepada para PKL. Rencana pembangunan walking street baru sebatas dikomunikasikan di tataran SKPD-SKPD terkait. Sosialisasi dan penataan akan dilakukan segera setelah seluruh konsep dan persiapan selesai dilakukan.
”Andaikan nanti sudah ada penataan gambaran minimalnya seperti city walk. Kami tidak akan menyingkirkan PKL selama mereka mau menyesuaikan diri dengan konsep pembangunan, kalau tidak mau ditata ya silakan angkat kaki saja,” ujarnya.

  • Rachmadhani Fitriastuti

0 comments:

Poskan Komentar