Kamis, 16 Desember 2010

PKL Non Paguyuban Belum Bersikap

BANJARSARI—Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan Ronggowarsito yang tidak masuk paguyuban, belum menentukan sikap tentang rencana relokasi ke kawasan Taman Putra Mangkunegaran. Meskipun begitu, mereka berharap tidak terkena proses relokasi atau digusur.
Salah seorang pemilik kios perbaikan jeans di Jalan Ronggowarsito, Gito, saat ditemui wartawan Rabu (15/12), menuturkan, dirinya belum memiliki keinginan masuk menjadi anggota paguyuban. Gito tidak memberikan alasan jelas penyebab tidak masuknya dia menjadi anggota.
Disinggung tentang rencana relokasi PKL oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Gito mengungkapkan keinginannya, untuk tetap di tempatnya saat ini. “Sebenarnya saya tidak mau dipindah atau direlokasi. Tetapi untuk ke depannya saya harus bagaimana saya belum tahu. Lihat situasi besok saja,” ujarnya.
Gito mengakui, sudah mengantongi izin dari pemilik tanah tempat usahanya berdiri. Tetapi dia tidak menjelaskan lebih, siapa pemilik tanah tersebut.
Hal yang sama disampaikan pekerja di kios perbaikan jeans lainnya, Daryanto (25). Menurutnya, untuk menghindari risiko relokasi, pemilik kios tempatnya bekerja memiliki inisiatif dengan menggeser kios sejauh kurang lebih satu setengah meter ke belakang atau ke arah selatan.
“Dari info yang saya dengar, kios tidak boleh berada di atas saluran air karena itu termasuk tanah milik negara. Maka dari itu kios dimundurkan,” ungkapnya.
Pengunduran kios dilakukan sekitar tiga minggu lalu oleh pemilik kios, Jamhari. Ditambahkan Daryanto, sebelumnya pihaknya memperoleh teguran dari petugas, terkait kios yang ditempatinya itu.
Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Ronggowarsito, Suyadi mengaku pasrah terhadap keputusan mendatang tentang penanganan relokasi. (awa)

0 comments:

Poskan Komentar