Rabu, 22 Desember 2010

Pedagang Buah Enggan Tempati Lantai 2

(Harian Joglosemar) BANJARSARI—Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan buah-buahan di sekitar Pasar Ayu ingin menempati lantai dasar. Hal tersebut mereka ajukan sebagai syarat jika mereka dipindah ke Pasar Ayu mendatang.
Salah seorang pedagang, Sarinem (51) mengatakan, sementara ini belum ada kejelasan tentang penempatan kios para PKL tersebut khususnya yang berjualan buah. Akan tetapi, Sarinem menyatakan tidak setuju jika mendatang mereka ditempatkan di lantai dua Pasar Ayu.
Pasalnya, menurut warga Sukoharjo tersebut, pembeli tidak akan melihat jika ada pedagang buah di lantai dua. “Tidak memperoleh kios tidak jadi masalah buat saya, yang pasti harus di lantai 1. Ditempatkan di teras pasar juga tidak apa-apa,” ujarnya.
Hal yang sama disampaikan pedagang lainnya, Kusmardi (63). Dia mengaku tidak mau dipindah jika bakal ditempatkan di lantai dua. “Lantai dua tidak strategis untuk berjualan buah. Tidak di dalam kios atau bahkan ditempatkan di teras juga bukan masalah, yang penting di lantai 1,” tandas Kusmardi.
Di sisi lain, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (20/12), Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo, Subagiyo menuturkan, setelah pembangunan Pasar Ayu selesai, para PKL mulai dari Simpang Lima Banjarsari hingga tikungan Balapan, rencananya ditempatkan di lantai dua.
Komunikasi
Menanggapi tentang PKL yang tidak setuju, ke depannya tetap dilakukan komunikasi yang baik dengan mereka.
“Pendapat dari PKL tetap ditampung dan dikomunikasikan dengan baik. Karena hal ini menyangkut kepentingan banyak pihak juga. Jika para pedagang buah ditempatkan di lantai bawah atau teras, kecenderungan mereka menggelar dagangannya yang berlebihan malah bisa menutup pasar,” tandas Subagiyo.
Berdasarkan data DPP Kota Solo, sebanyak 39 pedagang telah menempati 33 kios di lantai satu mulai Minggu (19/12). Sementara sebanyak enam pedagang tersisa dan rencananya mereka menempati lantai dua.
Menurut Subagiyo, penempatan pedagang di Pasar Ayu disesuaikan dengan Surat Hak Penempatan (SHP) yang mereka miliki sebelumnya. Untuk beberapa waktu ke depan menunggu pembangunan pasar selesai sepenuhnya. Para pedagang yang tersisa itu akan dibangunkan kios darurat di depan pasar. Tepatnya di bagian timur depan pasar membentuk huruf L dari selatan ke utara kemudian ke barat.
Pembangunan tahap pertama Pasar Ayu telah selesai dan menelan dana sebesar Rp 2,6 miliar. Untuk tahap kedua, rencananya segera dilakukan lelang. “Untuk pembangunan tahap II telah ada dana sebesar Rp 1,2 miliar. Sebelumnya diajukan Rp 2,7 miliar. Tahap pertama selesai sesuai target dan tahap kedua rencananya diselesaikan bulan Juni atau Juli,” ungkap Subagiyo. (awa)

0 comments:

Poskan Komentar